WHAT'S NEW?
Loading...
Chandra Ekajaya dikenal sebagai pengusaha sekaligus agen sosial. Ini disebabkan karena tingkat kepeduliannya sangat tinggi kepada rekan, mitra, ataupun masyarakat sekitar. Bahkan toko-toko miliknya pun diberi nama agensi sosial. Bukan tanpa arti, tetapi ia berharap di dalam perjalanannya memburu keduniawian, ia tidak melupakan masyarakat lainnya, dalam artian berada di tingkat akhirat. Itulah prinsipnya, tidak menomor satukan dunia atau akhirat. Bagi dirinya, kedua hal tersebut sama derajatnya. Tetapi yang menjadi prioritas utama adalah akhirat. Intinya sosial itu lebih prioritas daripada individual. Maka dari itu seluruh nama perusahaannya dibranding dengan nama Agen Sosial.

Pengusaha Chandra Ekajaya mengaku bahwa dengan pemberian nama seperti itu akan banyak orang yang tersentuh untuk melakukan tindakan sosial. Hal ini juga sesuai dengan prinsip dasar rakyat Indonesia, yakni gotong royong. Tindakan sosial masuk ke dalamnya. Bila dibandingkan dengan para mahasiswa zaman sekarang yang mengaku sebagai agen perubahan, bagi dirinya, itu semua adalah omong kosong.

Pengusaha Chandra Ekajaya Berjiwa Sosial


Meskipun ia tidak pernah menyelesaikan pendidikan tingginya, tetapi ia sangat paham bahwa mahasiswa tidak pernah mengubah apapun. Dalam hal ini konteksnya mengubah suatu kondisi atau suatu hal menjadi lebih baik, bukan malah memperburuk. Di era reformasi ini banyak sekali hal-hal yang sudah sesuai tatanan justru menjadi buruk. Oleh sebab itu di era sekarang, lebih dibutuhkan para pelaku usaha yang sekaligus agen sosial. Karena usaha atau bisnis mereka bisa berkembang jika masyarakat yang menjadi pasar pun lebih maju dan berkembang. Strategi yang digunakan oleh pengusaha Chandra Ekajaya lebih masuk akal dan bisa diterima oleh semua golongan. 

Taktik ini pun akan meningkatkan branding mereka. Sehingga masyarakat dari kelas bawah, menengah, hingga atas akan membeli produk di toko miliknya.  Menurut pengakuan Chandra Ekajaya, masyarakat Indonesia sebenarnya sangat senang membantu orang lain. Maka dari itu fungsi dari perusahaan miliknya adalah memfasilitasi bantuan itu dengan dibungkus pembelian produk. Sehingga perusahaan pun untung, masyarakat pun juga merasakan keuntungan. Jadi ini merupakan win-win solution.


Jika Anda mencari sebuah produk loyang pizza untuk ukuran mini maka segera datang ke toko kami yaitu Toko Chandra Ekajaya, yang telah dibuka di berbagai pasar-pasar tradisional Jabodetabek. Kami menyediakan beraneka ragam loyang pizza serta kebutuhan rumah tangga lainnya dengan kualitas bintang lima dan harga yang sangat ekonomis. Dengan berbagai ukuran muai dari 8 hingga 10 senitemeter, kami menyediakan loyang tersebut dengan harga mulai Rp 25 ribu sampai dengan Rp 55 ribu. Ini merupakan upaya dari toko kami yang menyediakan beraneka ragam loyang pizza untuk ukuran mini dengan ukurna yang sangat variatif. Toko kami pun melayani berbagai layanan seperti kredit bulanan, hingga penjualan alat dengan jumlah besar. Pasalnya pasar untuk loyang pizza mini buatan Toko Chandra Ekajaya memang menjadi trendsetter untuk toko-toko rumah tangga di seluruh Indonesia.


Bagi Anda yang membutuhkan ukuran yang tak sesuai dengan bisnis Anda, maka Anda dapat memesan atau mengorder dengan waktu yang dapat ditentukan. Harganya pun sangat variaitif dan dapat dibandingkan dengan harga diluar toko kami. Memang, peminat untuk bisnis pizza dengan ukuran mini sedang trending di kuliner Indonesia. Resepnya pun sama dengan calzone, oleh sebab itu dibutuhkan loyang pizza mini yang berkualitas dengan bahan yang terpilih. Nah, kami menyediakan beraneka ragam bahan mulai dari aluminium hingga besi pada umumnya. Dengan produk kami, rasa yang akan Anda sajikan kepada konsumen pun akan memuaskan karena produk kami mampu menampung panas dengan ukuran yang tepat. Ukuran panas tersebut akan menyebar dan dijamin anti lengket karena overheat. Nah, tunggu apalagi bagi Anda yang memiliki inisiatif untuk membuka bisnis pizza mini. Mari datang dan kunjungi toko kami di warung-warung terdekat, dimana Anda akan menemukan loyang pizza mini dengan ukuran yang sangat variatif. Toko Chandra Ekajaya merupakan toko kelontong serta rumah tangga yang menyediakan dan siap memenuhi kebutuhan Anda yang sedang diperlukan mulai dari bisnis sampai kebutuhan pribadi. Yuk, tunggu apalagi dan nikmati diskon serta promo setiap bulannya hanya di Toko Chandra Ekajaya.


Tingginya produksi dan inovasi di bidang produk ekonomi kreatif belum diimbangi dengan kesadaran pelakunya tentang hak cipta. Tak heran jika banyak ditemui produk-produk tiruan di pasaran dengan harga dan kualitas lebih rendah. Mirisnya, sang pencipta tak bisa berbuat apa-apa atas maraknya tiruan produknya. Sebab, memang mereka belum mendaftarkan hak cipta atas produknya.

Kepala Sub Direktorat Advokasi KHI Bekraf Muhammad Fauzy mengatakan, setiap daerah yang memiliki perkembangan produk ekonomi kreatif berpotensi untuk diserang pembajakan. Termasuk juga di Solo yang dinilai memiliki pertumbuhan produk ekonomi kreatif cukup banyak.


"Banyak pelaku ekonomi kreatif yang akhirnya tidak bisa berkembang akibat produknya ditiru," tutur Fauzy.

Pemerintah telah membentuk Tim Penanganan Pengaduan Pembajakan Produk (P4) Ekonomi Kreatif (Ekraf) di Solo. Fauzy berharap kehadiran Tim P4 Ekraf bisa membuka mata para pelaku ekonomi kreatif untuk paham betul mengenai hak cipta.

"Dengan memiliki hak cipta di setiap produk mereka, banyak keuntungan yang didapat. Salah satunya mereka bisa mengajukan aduan atas produkyang dibajak," urai Fauzy.

Pembajakan tidak hanya produk, tetapi juga bisa label atau brand. Selain sosialisasi, Tim P4 Ekraf juga memberikan konsultasi hingga mengawal kasus hingga ke pihak yang berwajib. Dalam sesi acara tersebut hadir seorang pengusaha muda pula yang tergabung dalam PPMI (Paguyuban Pengusaha Muda Indonesia), dimana pendiri sekaligus ketua paguyuban tersebut Chandra Ekajaya mengungkapkan bahwa pemerintah seharusnya tegas dalam memberantas produk-produk tiruan yang kian marak di Indonesia. Jika dahulu produk tiruan hanya terjadi di kaset VCD dan sebagainya, kini sumber kebutuhan pokok seperti makanan pun ditiru dan diimitasi dengan begitu mudah. Hal tersebut terjadi karena adanya ketimpangan ekonomi yang terjadi di Indonesia. Dari latar belakang tersebut mengakibatkan turunnya kualitas sektor kreatif karena mereka terlalu takut beberapa produknya ditiru oleh oknum yang tak bertanggungjawab.

Chandra Ekajaya dikenal sebagai seorang pengusaha muda yang bergerak di Q Pizza dan produk fashion You And Me. Ia mengungkapkan bahwa produknya tersebut juga dibajak oleh pihak tertentu dan memberikan kerugian yang cukup signifikan. Produk tersebut pun dijual dengan harga dibawah standar yang akhirnya berujung pada persepsi masyarakat yang lebih senang menggunakan produk bajakan daripada produk asli, ujar CEO Q Pizza tersebut.